Hubungan pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2: studi cross-sectional
Keywords:
pola makan, pasien diabetes melitus, penderita DM tipe 2, DM tipe 2Abstract
Latar Belakang: Penyakit diabetes melitus (DM) tipe 2 termasuk dalam kategori penyakit kronis yang prevalensinya terus mengalami peningkatan, serta berhubungan erat dengan pola hidup masyarakat, khususnya pola makan yang kurang sehat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian DM tipe 2.
Metode: Studi ini menerapkan desain cross-sectional dan dilakukan di Puskesmas Labuhan Bilik, Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labuse pada tahun 2025, tepatnya pada bulan Oktober. Populasi penelitian terdiri dari 250 pasien yang berkunjung untuk berobat selama periode Agustus hingga Oktober 2025. Sampel sebanyak 120 orang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pola makan, sedangkan variabel yang terikatnya adalah kejadian DM tipe 2. Analisis data mencakup frekuensi distribusi serta uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square pada α = 0,05.
Hasil: Sebanyak 58% responden dengan pola makan yang baik dan 51,7% dengan pola makan kurang baik. Sebanyak 67,5% responden menderita DM tipe 2, dan 32,5% tidak menderita DM tipe 2. Ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian DM tipe 2.
Kesimpulan: Pola makan tinggi gula berhubungan signifikan terhadap kejadian DM tipe 2.
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Semua artikel yang diterbitkan oleh Haga Journal of Public Health dapat diakses secara bebas dan permanen secara online segera setelah diterbitkan, tanpa adanya biaya berlangganan. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa dengan akses terbuka terhadap penelitian dapat mendorong pertukaran pengetahuan di seluruh dunia. Konten di situs ini, dilisensikan dibawah ketentuan Lisensi Internasional Atribusi-Komersial 4.0 Creative Commons.






